Cegah Penularan COVID-19 dengan Pengukur Suhu Tubuh Otomatis Ini

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan zona hijau untuk kondisi COVID-19. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara yang masih aman dari penularan COVID-19.

Meskipun begitu, Pemerintah terus menyuarakan agar masyarakat tidak lengah dan tetap mematuhi peraturan.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah mewajibkan berbagai tempat pariwisata untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari mengukur suhu tubuh, menggunakan masker hingga menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Ini bertujuan untuk membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan (tracing) sebagai tidak pencegahan penularan Coronavirus Disease (COVID-19).

Untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 di lokasi Anda, PT Murni menyediakan perangkat deteksi suhu tubuh otomatis, yakni SMARTTHERMOTM .

Teknologi Deteksi Dini dari PT. Murni

Penggunaan perangkat deteksi suhu tubuh otomatis bisa mendukung physical distancing di tengah pandemi COVID-19. Alasannya, SMARTTHERMOTM bersifat self-service dan otomatis sehingga tidak perlu kontak atau interaksi secara langsung antara staf jaga dengan pengunjung.

Apa yang membuat SMARTTHERMOTM berbeda dengan produk sejenis lainnya?

  • Tersematnya modul infrared thermal imaging dan lampu penerangan otomatis untuk pengenalan wajah dan pengukuran suhu yang lebih akurat.
  • Memiliki teknologi pengenalan wajah yang cerdas sehingga perangkat deteksi suhu tubuh otomatis ini bisa mengenali wajah pengunjung yang menggunakan masker, hijab, kacamata, dan topi.
  • Cepat dan akurat dengan pengukuran suhu di bawah 1 detik
  • Suara alarm otomatis ketika mendeteksi suhu tubuh yang tidak normal (terlalu tinggi atau terlalu rendah).
  • Dapat terintegrasi dengan door access dan sistem absensi.

Selain itu, SMARTTHERMOTM juga memberikan pilihan pemasangan yang fleksibel. Mulai dari wall-mounted, desk-mounted, free stand dan free stand for kids. Dengan ini, Anda bisa memilih teknologi pencegahan COVID-19 ini dalam bentuk dan ukuran yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tidak hanya melindungi staf dan pengunjung Anda dari COVID-19, SMARTTHERMOTM juga dapat meningkatkan company image berkat komitmen Anda dalam mematuhi protokol kesehatan dengan baik.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang SMARTTHERMOTM ? Anda bisa melihat informasi lebih lengkap di sini atau menghubungi konsultan profesional kami melalui email info@murni.co.id dan Hotline 1500 913.

Untuk mengetahui solusi digital lainnya, Anda dapat mengunjungi website PT Murni dan berbicara langsung dengan tim kami melalui Online Chat.

Source link

Manfaat Online Booking System Selama dan Setelah Pandemi COVID-19

[ad_1]

Manfaat Online Booking System Selama dan Setelah Pandemi COVID-19

Gambar dari Freepik

Sebelum pelanggan merasakan lezatnya makanan, pengalaman pelanggan (customer experience) adalah hal yang menentukan kesan pertama pelanggan terhadap restoran. Apakah pelanggan bisa dengan mudah mengetahui informasi terkait restoran, mulai dari lokasi, jumlah antrian, hingga pilihan menu makanan?

Dan yang terpenting, apakah mereka bisa mendapatkan spot atau meja yang mereka inginkan dengan mudah?

Pentingnya Reservasi untuk Restoran

Adanya kebijakan reservasi tidak hanya menguntungkan pelanggan, tapi juga pihak restoran. Informasi yang pelanggan berikan saat reservasi akan sangat membantu pihak restoran. Tentunya, untuk mempersiapkan operasional dengan lebih matang sehingga mampu melayani pelanggan dengan lebih baik.

Berbeda dari restoran yang mengadopsi kebijakan first come first serve, restoran yang menyediakan reservasi akan lebih untung dari segi bisnis. Pasalnya, mereka memiliki lebih banyak informasi untuk memanjakan pelanggan.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, berbagai teknologi pun hadir untuk membantu restoran agar terus berinovasi.

Salah satunya adalah online booking system, sistem reservasi modern yang memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih bagi pelanggan yang hendak datang ke restoran Anda.

Apalagi dengan adanya pembatasan aktivitas sosial akibat pandemi COVID-19, sistem ini akan mempermudah pihak restoran untuk mengatur dan memantau jumlah pelanggan yang akan datang.

Manfaat Online Booking System

Jika restoran Anda belum menggunakan online booking system, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menerapkannya. Berikut adalah sejumlah manfaat online booking system untuk restoran.

1. Memberikan Kemudahan untuk Pelanggan

Sebelum memanjakan pelanggan dengan hidangan andalan restoran, Anda dapat membuat mereka nyaman dengan pengalaman memesan yang jauh lebih mudah dan praktis.

Online booking system memungkinkan pelanggan untuk melihat ketersediaan meja di restoran secara real-time. Selain itu, pelanggan juga dapat dengan mudah melakukan reservasi di mana pun dan kapan pun melalui smartphone, tablet, dan laptop.

2. Mengurangi No-Show (Tidak Jadi Datang)

Online booking system memungkinkan Anda untuk dapat mengirim pesan notifikasi kepada pelanggan, baik melalui SMS dan email sebagai pengingat atas waktu dan lokasi yang telah dipesan.

Hal ini tentunya dapat mengurangi peluang ketidakhadiran pelanggan yang mungkin saja lupa akan reservasinya.

Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan komunikasi dua arah, baik melalui SMS dan email. Dengan begitu, pelanggan dapat memberitahu Anda jika mereka telat atau membatalkan reservasinya secara real-time.

3. Meningkatkan Kualitas Kerja Staf

Dengan menggunakan online booking system, Anda dapat menginformasikan staf terkait profil pelanggan yang akan datang ke restoran, pesanan makanan, hingga meja mana yang mereka inginkan.

Hal ini menjadikan staf lebih siap untuk memberikan pelayanan yang profesional dan tepat waktu, sehingga pelanggan tidak perlu lama menunggu.

4. Mengelola Layanan dengan Mudah

Hanya dengan satu aplikasi, Anda dapat mengelola dan memperbarui menu dan ketersediaan meja di setiap cabang secara terpusat.

Dengan sistem yang tersentralisasi, Anda dapat dengan mudah melihat tren layanan dan mengatur operasional untuk setiap cabang. Hal ini tentunya memudahkan Anda untuk mengatur alokasi staf dengan lebih efisien.

5. Mengetahui Profil Pelanggan

Pelanggan adalah aset bisnis yang paling berharga. Online booking system tentunya dapat mengumpulkan berbagai informasi dari pelanggan. Mulai dari detil kontak, seberapa sering mereka berkunjung, menu favorit, hingga seberapa banyak dana yang pelanggan habiskan untuk makan di restoran.

Dengan adanya informasi tersebut, Anda dapat menentukan strategi promosi secara lebih akurat dan personal untuk masing-masing pelanggan.

6. Pengelolaan Kapasitas Pengunjung

Dilonggarkannya kebijakan PPKM memungkinkan restoran untuk membuka kembali pintunya untuk para pengunjung. Namun dengan syarat, restoran harus membatasi kapasitasnya agar tidak menimbulkan kerumunan.

Teknologi online booking system memungkinkan Anda untuk mengatur kapasitas restoran agar tidak melebihi batas.

Dengan demikian, selain mematuhi peraturan pemerintah, Anda pun dapat melindungi staf dan pelanggan dari penularan COVID-19.

PT Murni, sebagai penyedia solusi digital untuk berbagai sektor bisnis sejak 1992, menyediakan berbagai solusi customer experience untuk mendukung transformasi digital restoran Anda, mulai dari online booking system, self-service ordering kiosk, hingga restaurant information display.

Jika restoran Anda ingin meningkatkan customer experience dan memaksimalkan profit melalui penggunaan online booking system, konsultan bisnis kami siap membantu Anda dan dapat dihubungi melalui Hotline 1500 913 atau e-mail info@murni.co.id.

*Source:

  1. https://www.touchbistro.com/blog/how-your-restaurant-can-benefit-from-reservations/
  2. https://spotonwifi.com/9-crazy-benefits-restaurant-reservation-software-reopening/
  3. https://www.thinkstartpl.com/why-you-need-an-online-restaurant-table-booking-system-in-2021/

[ad_2]

Source link

IBM WebSphere Application Server untuk Transaksi SKNBI yang Aman

[ad_1]

blank

Gambar dari Freepik

Sesuai dengan regulasi Bank Indonesia yang terbaru, BI mewajibkan Bank dan lembaga keuangan non-Bank peserta SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia) untuk melakukan migrasi ke IBM WebSphere Application Server.

Hal ini merupakan upaya BI untuk memperbaharui standar keamanan transaksi SKNBI agar penyelenggaraan SKNBI menjadi lebih aman dan bebas gangguan.

Deadline penggantian server aplikasi ini terbilang sangat  singkat. Maka dari itu, para peserta harus segera mengadopsi IBM WebSphere Application Server sebelum 31 Desember 2021.

Mengapa Beralih ke IBM?

blank

Gambar dari KPF

IBM (International Business Machines) merupakan salah satu perusahaan teknologi informasi terbesar dan terbaik di dunia.

Perusahaan berbasis teknologi yang bermarkas di New York, Amerika Serikat ini berdiri pada 16 Juni 1911. Dengan sepak terjangnya yang mendunia, IBM berhasil menjadi market leader dan salah satu perusahaan awal abad 19 yang masih bertahan.

Teknologi buatannya pun sukses diimplementasikan di hampir seluruh negara untuk membantu bisnis dari berbagai industri dan skala.

Mengenal IBM WebSphere App Server Lebih Jauh

Setelah sukses menciptakan berbagai inovasi, mengembangkan segudang teknologi, dan bekerja sama dengan banyak perusahaan ternama dalam proyek besar, kini IBM berfokus pada divisi layanan komputer, perangkat lunak, super komputer, dan penelitian ilmiah.

Hingga saat ini, badan penelitian super komputer IBM terus memproduksi sederet mesin paling kuat di dunia dan melisensikan desain baru untuk bisnis, pemerintah, dan militer.

Salah satu produk unggulannya adalah IBM WebSphere Application Server yang kini BI gunakan sebagai aplikasi server SPK untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran penyelenggaraan SKNBI.

IBM WebSphere Application Server (WAS) merupakan produk perangkat lunak yang berperan sebagai server aplikasi web. Atau lebih tepatnya, WAS adalah kerangka kerja perangkat lunak dan middleware yang bertugas meng-hosting aplikasi web berbasis Java.

Dengan segala kelebihannya, salah satu software andalan IBM ini dapat membantu penggunanya untuk membangun, menyebarkan, dan menjalankan aplikasi. Dan tentunya, dengan runtime environment yang fleksibel, aman, dan bersertifikasi Java™ EE.

Siap Beralih ke IBM WebSphere Application Server Bersama PT Murni

Sebagai pengembang dan system integrator SKNBI untuk Bank Indonesia maupun Bank komersial di seluruh Indonesia, PT Murni dapat memastikan proses migrasi aplikasi SPK SKNBI ke IBM WebSphere Appplication Server berjalan dengan lancar.

PT Murni juga telah mendapatkan dukungan penuh untuk menjadi Business Partner IBM di Indonesia.

Bagi Anda yang sudah melakukan migrasi IBM WebSphere Application Server, PT Murni juga siap memberikan dukungan lainnya. Seperti layanan pemeliharaan lisensi dengan SLA yang lebih optimal atau pembaruan ke versi terbaru untuk semakin menjamin kelancaran transaksi SKNBI.

Apabila Anda ingin segera melakukan proses migrasi ke IBM WebSphere Appplication Server, mendapatkan layanan pemeliharaan yang lebih cepat, atau membutuhkan pembaruan ke versi terbaru, silakan hubungi Expert Consultant kami melalui Hotline 1500 913 atau email info@murni.co.id.

[ad_2]

Source link

Peserta SKNBI Wajib Mengadopsi IBM Websphere Application Server

[ad_1]

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) merupakan infrastruktur yang BI gunakan untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran ritel sejak tahun 2005.

Selaku penyelenggara, Bank Indonesia selalu berupaya untuk terus memperbaiki dan memperbaharui SKNBI seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu upayanya adalah dengan meng-update server aplikasi SPK (Sistem Peserta Kliring) SKNBI menjadi IBM Websphere App Server. Sebelum masuk ke ranah SKNBI, mari ketahui dulu apa itu sistem pembayaran beserta infrastruktur dan instrumennya.

Sistem Pembayaran di Indonesia

Melansir dari laman Bank Indonesia (BI), sistem pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana, guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

Secara garis besar, sistem pembayaran terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu sistem pembayaran tunai dan sistem pembayaran non-tunai.

Kedua sistem pembayaran ini memiliki perbedaan pada instrumennya. Untuk sistem pembayaran tunai, instrumennya adalah uang kartal. Uang kartal adalah uang yang Bank Sentral terbitkan dan menjadi alat pembayaran yang sah.

Dalam UU Pokok Bank Indonesia No. 11 Tahun 1953, terdapat dua macam uang kartal dengan karakteristik tertentu, yaitu:

  • Uang Negara, uang yang diterbitkan oleh pemerintah dan terbuat dari bahan plastik
  • Uang Bank, uang yang diterbitkan oleh Bank Sentral berupa uang kertas dan logam

Dalam kegiatan transaksi jual-beli sehari-hari, uang kertas dan logam merupakan uang yang paling sering masyarakat gunakan.

Baca juga: https://blog.murni.co.id/ibm-websphere-application-server-untuk-transaksi-sknbi-yang-aman-dan-bebas-gangguan/

Sistem Pembayaran Non-Tunai

Sementara pada sistem pembayaran non-tunai, Indonesia menggunakan cek, bilyet giro, nota debit, Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), dan uang elektronik (card based dan server based) sebagai instrumen untuk bertransaksi.

Cakupan sistem pembayaran non-tunai terbagi ke dalam 2 jenis transaksi, yakni transaksi nilai besar (wholesale) dan transaksi nilai kecil atau ritel.

Transaksi nilai besar memiliki karakteristik transaksi yang bersifat penting dan segera (urgent). Transaksi jenis ini terdiri dari transaksi antar bank, transaksi di pasar keuangan atau transaksi dengan nilai ticket size lebih dari Rp1 miliar.

Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) adalah infrastruktur yang berfungsi untuk memroses transaksi wholesale.

Berbeda dari transaksi wholesale, transaksi ritel hanya mencakup transaksi antar individu dengan nilai ticket size kurang dari Rp1 miliar. Meski bernilai kecil, transaksi jenis ini relatif lebih banyak digunakan.

Dalam prosesnya sendiri, Bank Indonesia menggunakan SKNBI sebagai infrastruktur untuk mengatur keseluruhan transaksi.

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia

SKNBI adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit, yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.

Sebagai infrastruktur yang Bank Indonesia gunakan dalam Penyelenggaraan Transfer Dana dan Kliring Berjadwal, SKNBI bertugas untuk memroses Data Keuangan Elektronik (DKE) pada beberapa layanan pembayaran yang meliputi:

  1. Transfer dana – layanan yang memroses pemindahan sejumlah dana antar-Peserta dari satu pengirim kepada satu penerima
  2. Kliring warkat debit – layanan yang memroses penagihan sejumlah dana antar-Peserta dari satu pengirim tagihan kepada satu penerima tagihan dengan menyertakan fisik warkat debit
  3. Pembayaran reguler – layanan yang memroses pemindahan sejumlah dana antar-Peserta dari satu/beberapa pengirim kepada satu/beberapa penerima
  4. Penagihan regular – layanan yang memroses penagihan sejumlah dana antar-Peserta dari satu pengirim tagihan kepada beberapa penerima tagihan

Agar proses transaksi SKNBI terus berjalan dengan efisien, aman, dan sejalan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang dinamis, Bank Indonesia sebagai penyelenggara juga terus berupaya menyempurnakan mekanisme sistem yang ada.

Salah satunya adalah dengan memperbaharui server aplikasi SPK (Sistem Peserta Kliring) SKNBI.

Sesuai dengan regulasi Bank Indonesia yang terbaru, Bank dan lembaga keuangan non-Bank peserta SKNBI wajib bermigrasi ke IBM WebSphere App Server. Ini bertujuan agar proses transaksi SKNBI dapat terus berjalan dengan aman, lancar, dan bebas gangguan.

Mengingat deadline penggantian yang sangat singkat, para peserta harus segera mengadopsi perangkat lunak andalan IBM ini sebelum 31 Desember 2021.

Baca juga: https://blog.murni.co.id/lancarkan-proses-transaksi-sknbi-dengan-mengadopsi-ibm-webshpere/

PT Murni Siap Mendukung Kelancaran Proses Migrasi

Sebagai pengembang dan system integrator SKNBI untuk Bank Indonesia maupun Bank komersial di seluruh Indonesia, PT Murni dapat memastikan proses migrasi aplikasi SPK SKNBI ke IBM WebSphere Appplication Server berjalan dengan lancar.

PT Murni juga telah mendapatkan dukungan penuh sebagai Business Partner IBM di Indonesia.

Bagi Anda yang sudah melakukan migrasi IBM WebSphere Appplication Server, PT Murni juga siap memberikan dukungan lainnya seperti layanan pemeliharaan lisensi dengan SLA yang lebih optimal atau pembaruan ke versi terbaru untuk semakin menjamin kelancaran transaksi SKNBI.

Apabila Anda ingin segera melakukan proses migrasi ke IBM WebSphere Appplication Server, mendapatkan layanan pemeliharaan yang lebih cepat, atau membutuhkan pembaruan ke versi terbaru, silakan hubungi Expert Consultant kami melalui Hotline 1500 913 atau email info@murni.co.id.

Source:

  1. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/default.aspx#floating-1
  2. https://www.gramedia.com/literasi/alat-pembayaran/
  3. https://blog.nicepay.co.id/apa-itu-sknbi-di-dalam-perbankan/
  4. https://kamus.tokopedia.com/u/uang-kartal/
  5. https://www.wartaekonomi.co.id/read344083/apa-itu-uang-kartal
  6. https://www.online-pajak.com/tentang-pajak/nota-kredit-nota-debit
  7. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/instrumen/default.aspx
  8. https://www.cekaja.com/info/jenis-uang-elektronik-di-indonesia

[ad_2]

Source link

Memasuki Era Cashless Society, Uang Tunai Masih Tetap Diminati

[ad_1]

Memasuki Era Cashless Society, Uang Tunai Masih Tetap Diminati

Gambar dari Freepik

Di dunia modern ini, uang elektronik semakin menggantikan peran uang tunai sebagai alat pembayaran. Benarkah demikian? Karena seperti yang kita ketahui, berbagai transaksi pembayaran kini dapat Anda lakukan hanya dengan menggunakan smartphone maupun kartu.

Ketika berbelanja online misalnya, Anda hanya perlu memasukkan nomor kartu kredit atau pun menggunakan mobile banking untuk melakukan pembayaran.

Begitu juga saat menggunakan moda transportasi seperti KRL Jabodetabek dan Transjakarta, hanya dengan tap kartu pada mesin yang tersedia, Anda sudah bisa menikmati perjalanan.

Dengan hadirnya uang elektronik, semuanya menjadi terasa serba praktis dan cepat. Tapi apakah benar jika peran uang tunai sudah tergantikan sepenuhnya? Sebelum mengetahui jawabannya, mari ketahui dulu bagaimana evolusi uang hingga bentuk fisiknya kini menjadi digital dan tak terlihat (cashless).

Evolusi Uang hingga Sekarang

Barter

Sebelum adanya uang, manusia sudah melakukan transaksi dengan sistem barter sejak puluhan ribu tahun lalu. Barter adalah pertukaran barang dan/atau jasa untuk barang dan/atau jasa yang diinginkan.

Hanya saja masalah muncul saat dua orang yang ingin bertukar tidak sepakat dengan nilai pertukarannya. Begitu juga jika salah satunya tidak terlalu butuh dengan hal yang akan ditukar, transaksi melalui barter tidak akan terjadi.

Uang Komoditas

Setelah era barter berlalu, muncul sistem pertukaran baru, yaitu commodity currency. Sama halnya seperti barter, praktik ini masih menggunakan barang. Namun dengan syarat, masyarakat harus menerima secara umum barang tersebut sebagai media pertukaran. Atau juga sebagai suatu standar nilai yang digunakan dalam pertukaran barang oleh masyarakat.

Misalnya, selama ratusan tahun emas dapat langsung digunakan untuk membeli barang. Di lain sisi, emas juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai perhiasan maupun pajangan.

Namun seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, penggunaan uang komoditas pun turut tersisihkan. Kala itu, masyarakat mulai mengembangkan alat tukar yang lebih efisien dan terukur, yakni uang.

Uang Kartal atau Tunai

Bentuk uang terus berevolusi sejak awal kehadirannya. Yang pertama muncul adalah uang kartal yang terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal biasa kita sebut dengan istilah uang tunai.

Sejak saat itu, uang tunai mulai memberi masyarakat kemudahan dalam bertransaksi jual-beli sehari-hari. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan uang tunai terbilang cukup praktis hanya untuk transaksi dengan nilai kecil saja.

Masyarakat tentunya akan kesulitan jika membawa uang tunai dalam jumlah banyak untuk transaksi yang bernilai besar. Selain tidak efisien, membawa banyak uang tunai pun dinilai tidak aman karena maraknya pencurian, perampokan, dan pemalsuan.

Akibatnya, masyarakat menjadi takut dan enggan untuk bepergian dengan membawa uang dalam jumlah besar.

Uang Elektronik

Dari masalah-masalah tersebut, berbagai inovasi berbentuk alat pembayaran non-tunai pun bermunculan. Mulai dari paper-based berupa cek/bilyet dan giro, card-based berupa kartu kredit dan kartu debit, electronic-based berupa uang elektronik, hingga yang terbaru adalah QR Code yang dananya bersumber dari kartu kredit, kartu debit, dan/atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server-based.

Kelebihan Uang Tunai

Meski pamornya mulai meredup karena hadirnya uang elektronik, sebagian masyarakat faktanya masih menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran. Berikut ini adalah sejumlah kelebihan yang membuat masyarakat masih menggunakan uang tunai hingga sekarang.

  1. Karakteristik Indonesia Sebagai Negara Berkembang

Sebagai negara berkembang yang memiliki banyak UMKM dan pasar tradisional, masyarakat Indonesia masih membutuhkan uang tunai sebagai alat pembayaran. Selain itu, tidak semua masyarakat di Indonesia familiar dan bersedia menggunakan metode pembayaran non-tunai karena banyak faktor. Misalnya, belum memiliki rekening bank dan kurangnya pemahaman akan teknologi.

Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, sebanyak 40% warganya tetap menggunakan uang tunai. Sisanya 25% menggunakan kartu debit, 17% memakai kartu kredit, 7% memilih membayar secara elektronik, dan 7% lebih senang memakai cek.

  1. Data Pribadi Lebih Aman

Jika tak waspada, pembayaran non-tunai melalui kartu debit, kartu kredit, dan pembayaran digital rentan terhadap penyalahgunaan. Pihak yang tidak bertanggung jawab bisa saja menyalahgunakan data pribadi Anda.

Hal tersebut tentunya tidak akan terjadi bila Anda menggunakan uang tunai.

  1. Tidak Memiliki Batas Minimal Pembayaran

Berbeda dengan kartu kredit dan kartu debit yang mengharuskan minimal pembayaran Rp 20.000 – Rp 100.000, uang tunai tidak memiliki batasan minimal. Anda bisa berbelanja dengan nominal kurang dari Rp 20.000 jika menggunakan uang tunai.

  1. Tidak Dikenakan Biaya Transaksi

Berapa banyak e-commerce atau bank yang membebani Anda dengan biaya transaksi meski hanya sekedar membeli pulsa? Begitu juga saat Anda menarik uang dari mesin ATM di bank yang berbeda. Bahkan saat menarik tunai melalui kartu kredit, Anda harus membayar biaya transaksi atau bahkan bunga per hari yang cukup besar.

Itulah informasi seputar uang tunai yang perlu Anda ketahui. Setelah mengetahui kekurangan dan kelebihannya, semoga Anda menjadi lebih bijak dalam menggunakan uang.

Bagi Anda yang selalu menerima dan mengelola uang tunai dalam jumlah banyak setiap harinya, mesin sortir uang dari Glory, Glory USF-100, bisa menjadi partner kerja yang andal.

Berbekal lebih dari 100 tahun pengalaman sebagai pengembang teknologi pemrosesan uang tunai, Glory mengembangkan Glory USF-100 dengan berbagai fitur canggih dan teknologi deteksi uang palsu yang terbaik di kelasnya.

Sebagai Distributor terbaik Glory di Asia Pasifik, PT Murni siap menjamin keaslian produk dan akan memberikan dukungan purna jual yang cepat dan menyeluruh, mulai dari layanan pemeliharaan, perbaikan, hingga pembaruan fitur.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk ini atau produk lainnya yang kami miliki, silakan hubungi konsultan bisnis kami melalui nomor Hotline 1500 913 atau email info@murni.co.id. Mesin Sortir Uang dalam artikel ini juga tersedia di Official Store kami yang ada di Tokopedia. Silakan kunjungi Official Online Store kami untuk mendapatkan diskon akhir tahun.

Source:

  1. https://easypay.co.id/3-alasan-pembayaran-uang-tunai-masih-penting/
  2. https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20533
  3. https://avrist.com/lifeguide/2020/09/30/alasan-anda-harus-menyimpan-dan-menggunakan-uang-tunai-saat-pandemi/
  4. https://www.liputan6.com/bisnis/read/2834722/ini-keuntungan-bayar-pakai-uang-tunai

[ad_2]

Source link

Ini Alasan Pemerintah Buka Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berkepanjangan berisiko memberi dampak negatif pada anak Indonesia. Mulai dari ancaman putus sekolah, menurunnya prestasi belajar hingga penurunan mental dan psikis anak-anak.

Bahkan menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, berbagai macam pihak pakar dunia seperti Bank Dunia, WHO, dan UNICEF pun sepakat bahwa penutupan sekolah dapat menghilangkan pendapatan hidup satu generasi.

Berdasarkan estimasi Bank Dunia, potensi penghasilan yang hilang di masa depan pada siswa saat memasuki pasar kerja adalah sebesar US$ 408-578 per siswa. Sementara untuk seluruh siswa mencapai US$ 253-359 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 24-34% PDB Indonesia tahun 2020.

Baca selengkapnya